🏒 5 Contoh Melayani Tuhan
Pertama “melayani Tuhan tidak dibatasi oleh tempat sedangkan melayani pekerjaan Tuhan dibatasi oleh tempat.”. Terdengar mungkin sedikit agak asing, bahwa ketika seseorang melayani pekerjaan Tuhan (ministry), otomatis akan selalu memiliki sebuah wadah (tempat) di mana dia melayani. Seperti contoh yang saya berikan di atas, bahwa di dalam
Untukdapat melayani sesama dengan baik, sikap Tuhan Yesus adalah contoh-teladan bagi kita. Tuhan mengatakan, betapa tidak adilnya keadaan di dunia dan bahwa sidang jemaat-Nya hendaknya dikerangkai oleh kerendahan hati dan pelayanan kepada sesama (band. Mat. 20:20–28).Untuk sidang jemaat-Nya, pada malam sebelum penderitaan dan kematian
MotivasiMelayani Tuhan. Unknown 9/22/2015. Motivasi melayani Tuhan – Motif merupakan daya dorong, daya gerak dan daya ledak yang keluar dari dalam diri seseorang untuk melakukan suatu aktivitas yang diharapkan mendatangkan hasil. Dengan demikian, motivasi menjadi sangat penting bagi setiap orang ketika akan melakukan suatu pekerjaan.
1Petrus 1: 15-16. Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. Kolose 1: 22.
A Landasan Alkitab. Remaja memiliki identitas diri yang benar sebagai anak-anak Tuhan. Tuhan menciptakan kita dengan sungguh luar biasa. Ia menjadikan kita serupa dengan gambar dan rupa-Nya, dan Tuhan berkarya dalam setiap pertumbuhan kita pada masa pra Natal. Tuhan Allah terlibat secara aktif dan kreatif dalam perkembangan hidup manusia.
Adabanyak nabi juga yang memberikan contoh sebagai pemimpin yang melayani. Maka dari itu, kita harus meneladani para nabi yang memberikan inspirasi menjadi pemimpin kristiani yang baik. Baca dan pahami ayat Alkitab tentang pemimpin berikut ini. Mazmur 37:5 : “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan
a Sumber Dana. Adapun sumber dana dari kegiatan ini berasal dari iuran guru, siswa dan siswi SMA Videncia sebesar Rp 25.000,- Dana yang diperoleh dari 200 orang (siswa dan guru) sebesar Rp 5.000.000,-. b. Pengeluaran. 1. Buku Tamu/ATK: Rp 400.000,-. 2. Ucapan terima kasih untuk Hamba Tuhan: Rp 750.000,-.
0.26) Ibr 8:5: Pelayanan mereka adalah gambaran z dan bayangan a dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan b kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu. c "
Tanpabanyak basa basi lagi, langsung saja silahkan simak pembahasan lengkap mengenai daftar ayat emas Alkitab atau firman Tuhan tentang melayani Tuhan dan sesama. Silahkan simak di bawah ini. 1. Melayani Tuhan. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada.
P74fXgv. Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar frasa “saling melayani”? Apakah kamu terpikir tentang, “Aduh, males ah”, “capek”, “aku nggak mau diganggu”. Melayani orang lain bisa jadi aktivitas yang memberatkan di saat jadwal kita terasa padat, atau kita merasa sudah sibuk dengan beragam hal. Namun, panggilan untuk saling melayani adalah panggilan yang penting dalam kehidupan Kristen. Yesus memberi teladan melayani dan Dia meminta kita untuk melakukan yang sama Lukas 2225-27. Melayani orang lain tidak melulu tentang hal besar. Kita bisa melayani dari hal yang paling sederhana. Ini 5 tips buatmu.
Pada saat kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, maka kita sudah berpindah dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran. Karena Yesus mati di atas kayu salib kita telah ditebus dari dosa artinya kita telah dibayar lunas oleh darah dan kematian Yesus Kristus. Itu berarti kita menjadi milik Tuhan sepenuhnya 1 Kor 620. Kita harus mulai belajar memiliki sikap hati melayani. Sebagai orang yang telah dimerdekakan kita adalah orang bebas milik Tuhan 1 Kor 722. Kebebasan kita bukanlah kita gunakan untuk bertindak seenaknya, melainkan untuk bertindak sesuai dengan hukum-hukum Allah 1 Kor 719b, termasuk hukum dalam melayani. Hukum Allah mengenai melayani adalah bertentangan dengan dunia ini. Matius mencatat bahwa jika seorang ingin menjadi besar, dia harus melayani dan jika ia ingin menjadi yang terkemuka hendaklah ia menjadi hamba. Ini adalah sebuah prinsip yang bertentangan dengan prinsip dunia. Yesus pun mengakui bahwa prinsip ini bertentangan dengan prinsip dunia. Dalam Mat 2025-28 jelas sekali bahwa Yesus mengatakan kalau orang dunia ingin menjadi besar dengan cara memerintah dengan tangan besi dan dengan keras, tetapi murid Yesus adalah berbeda. Ada dua hal yang dapat kita pelajari dari prinsip Tuhan Yesus mengenai melayani. 1. Seorang yang Mau Melayani adalah Orang Besar Mat 2026 Terkadang kita berpikir bahwa seorang pelayan adalah seorang yang kecil, hina nggak berkelas, rendah, dlsb. Namun firman Tuhan berkata bahwa seorang yang melayani adalah seorang yang besar. Apa maksudnya? Pepatah mengatakan bahwa kebesaran yang sesungguhnya berawal dari melayani. Kalau kita lihat dalam bahasa asli, Yesus menggunakan kata diakonos. Diakonos berarti pelayan meja yang bertugas untuk melayani sebagai pelayan dapur, yang menantikan perintah di sekitar meja makan diakoneo. Ini bukan pekerjaan yang menyenangkan, karena seringkali ia akan menerima dampratan dari orang yang merasa kurang puas dilayani. Dalam arti luas kata ini menyatakan seseorang yang memperhatikan kebutuhan orang lain, kemudian berupaya untuk dapat menolong memenuhi kebutuhan itu Luk 2227; Yoh. 1226; 1 Tim. 313. Jangan pernah berkata bahwa kita telah melayani Tuhan kalau kita belum bisa menjadi diakonos yang mementingkan dan memperhatikan kebutuhan orang lain. Sebab ketika kita memperhatikan kebutuhan orang lain kita sesungguhnya sedang melayani Tuhan Matius 2540 Hal ini berbicara bahwa seorang yang melayani adalah seseorang yang mau mementingkan kepentingan orang lain. Orang seperti ini dilihat Tuhan sebagai orang besar. Karena tidak mudah untuk melakukan hal tersebut ada pengorbanan yang harus diberikan. Baik tenaga, pikiran terlebih hati. Yesus mengatakan bahwa orang yang melayani adalah orang yang besar karena orang yang mau melayani harus memiliki kebesaran hati. Tuhan tidak pernah melihat kita dari rupa kita, kemampuan kita atau apa yang telah kita lakukan, namuan dia melihat hati. Sebuah pepatah mengatakan bahwa “jika Tuhan ingin mengukur kebesaran seseorang, Dia akan meletakan karet di sekeliling hati bukan kepala”. Tuhan kita adalah Tuhan yang melihat hati, karena hati adalah pusat kehidupan yang dari sanalah terpancar kehidupan yang sesungguhnya dari orang tersebut. Jika Tuhan melihat hati orang yang mau melayani dan memiliki kebesaran hati untuk melakukannya, maka Tuhan tidak segan-segan untuk mengangkat orang tersebut. Contohnya adalah Raja Daud. Milikilah sikap hati yang mau melayani, milikilah kebesaran hati untuk melayani, maka engkau adalah orang besar di hadapan Tuhan dan pada saatnya Tuhan akan mengangkat engkau. 2. Seorang Hamba adalah Seorang yang Terkemuka Hal kedua ini lebih tidak masuk akal lagi. Bagaimana mungkin seorang hamba dapat menjadi seorang yang terkemuka. Hamba itu adalah posisi yang paling rendah. Bahkan kata yang dipakai oleh Yesus pada waktu mengucapkan hal ini adalah doulos yang berarti budak. Pada zaman PB, seorang budak dapat dibeli atau dijual sebagai komoditi. David Watson menyatakan “Seorang budak adalah seorang yang sama sekali tidak memiliki kepentingan diri sendiri. Dalam ketaatan penuh kerendahan hati ia hanya bisa berkata dan bertindak atas nama tuannya. Dalam hal ini tuannya berbicara dan bertindak melalui dia”. Benar-benar tak berdaya. Dengan definisi seperti ini bagaimana mungkin Yesus berkata bahwa jika ingin menjadi terkemuka seseorang harus menjadi hamba/budak. Yang dimaksud Yesus bukanlah kita harus bekedudukan atau mengerjakan pekerjaan seperti layaknya seorang hamba, atau kasarnya kita semua harus menjadi pembantu, pegawai rendahan yang tidak punya daya sama sekali. Kita bukanlah hamba manusia, melainkan hamba Tuhan Raja di atas segala raja. Tuhan tetap menginginkan semua anakNya menjadi pemimpin, menjadi kepala dan bukan ekor. Yang dimaksud Yesus disini adalah sikap hati seorang hamba. Seorang hamba adalah seorang yang mau melayani dengan kerendahan hati dia tidak memikirkan kepentingan sendiri. Seseorang yang memiliki sikap hati seperti inilah yang dicari Tuhan. Matius 2312 mengatakan bahwa “barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Tuhan tidak akan mengangkat orang-orang yang sombong, tetapi Ia akan mengangkat orang yang rendah hati. Oleh karena itu jadilah orang yang rendah hati dan tidak egois. Hingga pada saatnya engkau akan ditinggikan. Beberapa contoh dari tokoh Alkitab yang awalnya adalah seorang hamba, namun kemudian dia menjadi seorang pemimpin besar dan terkemuka. Yosua adalah hamba Musa, namun karena ketaatannya dan sikap hati yang mau melayani maka dia diangkat Tuhan menjadi pengganti Musa dan memimpin bangsa Israel memasuki tanah perjanjian Yosua 11-2. Elisa adalah hamba Elia, dia memiliki sikap hati yang melayani, maka Tuhan mengangkat Elisa menggantikan Elia menjadi nabi 1 Raja 1921. Milikilah sikap hati seorang hamba yang rendah hati, taat, tidak mementingkan diri sendiri dan tulus melakukannya tidak ada motivasi untuk naik pangkat dengan melakukan segala cara Melayani adalah berbicara mengenai sikap hati. Apapun yang kita lakukan dan apapun pekerjaan dan profesi kita, melayani adalah kunci untuk kita dapat menjadi seorang yang besar dan terkemuka. Tuhanlah yang meninggikan dan Tuhan yang merendahkan sesuai dengan sikap hati kita dihadapan Tuhan ketika kita melakukan segala sesuatu yang kita kerjakan. Tuhan tidak melihat apa yang kita lakukan melainkan dia melihat hati kita ketika kita melakukannya. Melayani adalah sebuah gaya hidup orang kristen dalam setiap aktifitas kita setiap hari. Baik dalam keluarga kita maupun dalam pekerjaan apabila kita sudah bekerja. Milikilah sikap hati seorang pelayan, namun mentalitasnya seorang raja. Artinya ketika kita bekerja milikilah sikap hati yang mau dengan taat mengerjakannya, dengan kerendahan hati, dengan kebesaran hati, tetapi mental seorang raja, seorang pemimpin yang terus berpikir untuk kemajuan pelayanan atau pekerjaan kita. Menjadi besar dan terkemuka adalah dampak dari sikap hati yang melayani, itu bukan tujuan kita melayani. Melayani bukan untuk membuat kita menjadi besar dan terkenal, melainkan melayani adalah sesuatu yang kita lakukan dan berdampak besar buat orang-orang dan lingkungan yang ada di sekitar kita.
Mengiring Tuhan Yesus berarti melayani Dia sepanjang hidup. Melayani Tuhan merupakan pekerjaan yang mulia. Tuhan memberikan kepada setiap kita masing-masing suatu panggilan khusus untuk melayani-Nya. Namun, mungkin ada yang belum mengerti alasan dan tujuan pelayanan itu sendiri. Maka, berikut ini adalah beberapa alasan mengapa kita harus melayani. 1. Pelayanan adalah perintah Tuhan. Setiap orang sesungguhnya diberikan tugas untuk melayani Dia. Penugasan ini disertai dengan pemberian karunia-karunia yang berbeda-beda kepada tiap-tiap orang. Karunia pelayanan ada bermacam-macam. Dan setiap karunia itu harus dipakai untuk melayani. Jangan simpan karunia yang Tuhan berikan. 2. Pelayanan merupakan wujud kasih kita kepada Tuhan. Orang yang telah diselamatkan akan menghargai dan mengasihi penyelamatnya. Bukti kasih itu diwujudkan dalam tindakan melayani Tuhan. Jadi, kita sebagai orang yang telah ditebus seharusnyalah melayani Tuhan sebagai manifestasi dari kasih kita kepada-Nya. 3. Pelayanan harus dipertanggungjawabkan. Setiap pelayanan harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Itulah sebabnya dalam melayani kita harus tulus, sungguh-sungguh dan sesuai kehendak Tuhan. Tidak melayani juga harus dipertanggungjawabkan karena talenta yang diberikan Tuhan harus digunakan. Pada akhirnya, Tuhan akan meminta pertanggungjawaban kita akan apa yang telah kita lakukan. 4. Pelayanan kita dihargai Tuhan Tuhan menghargai orang-orang yang melayani Dia dengan setia. Mata Tuhan tertuju kepada mereka yang mengasihi Dia. Orang yang mengasihi Tuhan pasti akan melayani Tuhan dengan setia. Penghargaan Tuhan dibuktikan-Nya dengan memberikan pemeliharaan dan penyertaan yang ajaib. Tuhan akan memberikan mahkota kepada mereka yang setia dalam melayani-Nya. Mari semasa hidup kita, selalu setia melayani Tuhan sesuai dengan karunia dan talenta yang Dia berikan. Amin. Roma 1211 “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
5 contoh melayani tuhan